Subscribe to filmketikacintabertasbih mailing list:
Managed by SinemArt
 
 
PRESS CONFERENCE: AUDISI 5 BINTANG FILM KETIKA CINTA BERTASBIH

PRESS CONFERENCE: AUDISI 5 BINTANG FILM KETIKA CINTA BERTASBIH

05/06/2008

Audisi 5 Bintang Film KETIKA CINTA BERTASBIH akan segera diselenggarakan di 9 kota di Indonesia mulai pertengahan bulan Juni 2008 ini.
 
“Ketika  Cinta Bertasbih“  (Menjajaki kota Cairo dan Alexandria  Sebagai Lokasi Syuting)

“Ketika Cinta Bertasbih“
(Menjajaki kota Cairo dan Alexandria Sebagai Lokasi Syuting)

04/06/2008

Sepuluh hari ke depan, tepatnya mulai tanggal 16 April – 26 April 2008, tim pembuatan film “Ketika Cinta Bertasbih” akan bertandang ke Cairo – Mesir..
   
Vinny Nuraini
Viny, 19 Th
JAKARTA PUSAT
Mahasiswa
hasinah. SE
Ena, 28 Th
BOGOR
Lain-lain
rizcha maulidiya nurwan
Icha, 19 Th
SUKABUMI
Mahasiswa
ovit hasanah
Ovit, 22 Th
BEKASI
Mahasiswa
Ulfah Latifah, SH
Ulfah, 23 Th
JAKARTA SELATAN
Lain-lain
Dina Nurdina
Dina, 22 Th
CITEUREUP
Mahasiswa
Ayu wulandari pratiwi
Ayu, 19 Th
BEKASI
Mahasiswa
KETIKA CINTA BERTASBIH

Seperti beberapa novel garapan sebelumnya oleh penulis yang sama, Habiburahman El Shirazy berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca melalui novel yang terbit dalam dua jilid ini. Meskipun di jilid pertama ini ceritanya agak loncat-loncat, namun tidak mengurangi keruntutan jalan cerita yang dibangun oleh penulis. Karya dwilogi ini masih bercerita dengan latar belakang Mesir. Pemeran utama dimainkan oleh Abdullah Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh dari pelosok desa di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Azzam, demikian nama panggilan pemuda itu, adalah seorang pekerja keras. Ia memiliki beberapa adik yang harus dibiayainya, hingga dengan kekhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Ceritanya penuh dengan romantika yang sarat dengan hikmah. Isinya bagus serta dapat mengajari kita soal hidup, cinta dan bagaimana mengatur skala prioritas dalam mengambil tindakan. Tersebutlah bahwa Azzam adalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar, yang belajar disana karena berhasil memperebutkan beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah prototype anak yang pintar, cerdas, dan bersahaja, namun lahir dari kalangan keluarga pas-pasan.